Deiyai Kritis Bertambah 9 Orang Tewas Akibat Miras
Korban Miras yang Kritis Bertambah Menjadi 9 Orang
Yance Mote yang juga anak asli Deiyai saat melaporkan 9 orang yang sedang rawat di Rumah masing – masing ke Pemerintah Daerah dan pihak Kepolisian untuk ditelusuri, (16/07) di Wahete Deiyai.
D e i y a i - Korban minuman keras (Miras) di Kabupaten Deiyai, terus bertambah, jika sebelumnya sudah dilaporkan 8 orang tewas akibat pesta Miras dan 4 orang lainnya kritis, maka data terkini menyebutkan korban yang kritis bertambah 5 sehingga totalnya menjadi 9 orang kritis. Ke-9 orang ini kondisi mereka masih dalam perawatan di rumah mereka masing – masing. Kondisi mereka masih dalam kritis dan masih dalam keadaan ‘koma’ sehingga masih sangat mengkawartirkan. Hal itu diungkapkan Kepala Distrik Tigi Simon Mote,S.STP kemarin. Dikatakan jika sebelumnya dikabarkan 4 orang masih dalam perawatan, tetapi ternyata dilaporkan pihak keluarga bahwa korban miras pada tanggal 12 Juli lalu sudah bertambah hingga 9 orang. 4 orang yang pertama masing – masing Damianus mote (31), Nelson Mote (28), Edo Dogopia (29), Eligius Mote (32). Sementara 5orang tambahan lainnya antara lain Matias Adii (34), Oce Dogopi (33), Nius Dogopia (32), Finsen Pigome (35), Madaibunamoye (37). Ke-9 orang yang sedang kristis ini mereka minum malam yang sama yaitu tanggal 12 juli. Hanya saja mereka minum di tempat yang berbeda dan dikabarkan minum di 4 tempat. Masing – masing di pertigaan Tigidouge, timipotu, ujung lapangan lama, dan ujung lapangan baru. Meski mereka minum pada tempat yang terpisah tetapi menurut saksi korban Domin Mote bahwa minuman dibeli di sebuah PT yang sedang berkerjak di Waghete. Dan minuman yang mereka minum adalah minuman jenis alkohol yang biasa simpan di rumah sakit. Menurut Domin, salah seorang korban yang hingga saat ini kondisi tubuh kritis itu menyampaikan, “sejak kami minum pikiran sudah tidak sadar selain itu mata kita tidak bisa melihat,”katanya. Dan hingga berita ini diturunkan mata dan pikiran mereka belum normal. Sehingga kondisi mereka harus ditangani secara serius oleh pihak keluarga untuk perawatan. Menurut Domin, “ kami sering minum minuman alkoho yang biasa simpan di rumah sakit, tetapi kali ini tidak samadengan alkohol yang sering kami minum. Sering adik – adik juga minum 4 malam sampai satu minggu tetapi itupun dalam rentang waktu satu atau dua hari bisa sadarkembali. Tetapi kali ini alkohol yang kami beli ini minumannya sangat lain dari yang biasa minum. Karena katika kami minum tidak sadar langsung tabanting di rumah pikiran hilang dan matapun ikut buta,”katanya. Dikatakan teman – teman lain yang pergi ke rumah sakit mereka sudah menghembuskan nyawa tetapi kami yang dirawat di rumah hingga saat ini masih ada nafas. Karena di rumah kami perawatan secara tradisional.oleh karena itu walaupun ini sebuah perbuatan yang sengaja kami lakukan tetapi kami menyampaikan ucapan terimakasih dari hati yang dalam karena Pemerintah bisa memberikan bantuan uang tunai unuk dapatdirawat kesehatan kami,”katanya sambil curiga terhadap jenis miras yang dikonsumsinya. “Kami menduga miuman ini ada campuran kimia karena kami biasa minum alkohol tetapi tidak pernah aada begini dan kali inilah yang mendapat musibah besar – besaran,” jurnya.
(Frans Mote/Wakeikagoo.Net/01 )

0 komentar: